Fungsi Konseling
1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
3. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.
4. Fungsi Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
5. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
6. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa (siswa). Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa.
7. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
Daftar Pustaka
1. McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/
Kamis, 05 November 2009
Tujuan Konseling
Tujuan konseling berdasarkan penanganan oleh konselor dikemukakan oleh Shertzer dan Stone yang dikutip oleh Mc Leod (2004) dapat diperinci sebagai berikut:
1. Mencapai kesehatan mental yang positif
Apabila kesehatan mental tercapai maka individu memiliki integrasi, penyesuaian, dan identifikasi positif terhadap orang lain. Individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri, dan mencapai integrasi tingkah laku.
2. Keefektifan individu
Seseorang diharapkan mempunyai pribadi yang dapat menyelaraskan diri dengan cita-cita, memanfaatkan waktu dan tenaga serta bersedia mengambil tanggung jawab ekonomi, psikologis, dan fisik.
3. Pembuatan keputusan
Konseling membantu individu mengkaji apa yang perlu dipilih, belajar membuat alternatif-alternatif pilihan, dan selanjutnya menentukan pilihan sehingga pada masa depan dapat membuat keputusan secara mandiri.
4. Perubahan tingkah laku
Daftar Pustaka
1. McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/
1. Mencapai kesehatan mental yang positif
Apabila kesehatan mental tercapai maka individu memiliki integrasi, penyesuaian, dan identifikasi positif terhadap orang lain. Individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri, dan mencapai integrasi tingkah laku.
2. Keefektifan individu
Seseorang diharapkan mempunyai pribadi yang dapat menyelaraskan diri dengan cita-cita, memanfaatkan waktu dan tenaga serta bersedia mengambil tanggung jawab ekonomi, psikologis, dan fisik.
3. Pembuatan keputusan
Konseling membantu individu mengkaji apa yang perlu dipilih, belajar membuat alternatif-alternatif pilihan, dan selanjutnya menentukan pilihan sehingga pada masa depan dapat membuat keputusan secara mandiri.
4. Perubahan tingkah laku
Daftar Pustaka
1. McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/
Pengertian Konseling
Definisi Konseling
James F. Adam
“Suatu pertalian timbal balik antara 2 orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain (conselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan denfgan masalah-masalah hidup yang dihadapinya waktu itu dan waktu yang akan datang”.
Pengertian Konseling
Secara Etimologi berasal dari bahasa Latin “consilium “artinya “dengan” atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau “memahami” . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti”menyerahkan” atau “menyampaikan”
Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut. (Berdnard & Fullmer ,1969)
Pengertian Konseling menurut ahli adalah:
Rumusan (Pepinsky & Pepinsky,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling adalah suatu proses interaksi antara dua orang individu,masing-masing disebut konselor dan klien.
2. Dilakukan dalam suasana yang profesionalBertujuan dan berfungsi sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien.
Rumusan (Smith,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan dengan meng interpreswtasikan fakta-fakta atau data,baik mengenai individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya,khususnya menyangkut pilihan-pilihan,dan rencana-rencana yang dibuat.
Rumusan (Division of Conseling Psychologi)
1. Konseling merupakan proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangan.
Rumusan (Mc. Daniel,1956)
1. Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien.
2. Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitanyang dihadapi.
3. Tujuan pemberian bantuan itu adalah agar klien dapat menyesuaiaknnya dirinya,baik dengan diri maupun dengan lingkungan.
Berdasarkan Rumusan diatas maka yang dimaksud dengan Konseling adalah:
“Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara Konseling oleh seorang ahli (disebut Konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien.
Pengertian Konseling
Menurut British Association of Counselling (1984) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak, dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.
Menurut Burk dan Stefflre (1979) yang dikutip Latipun (2001) konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor terlatih dengan klien, hubungan yang terbentuk biasanya bersifat individu ke individu, kadang juga melibatkan lebih dari satu orang suatu misal keluarga klien. Konseling didesain untuk menolong klien dalam memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap suatu masalah yang sedang mereka hadapi melalui pemecahan masalah dan pemahaman karakter dan perilaku klien.
Menurut Pietrofesa, Leonard dan Hoose (1978) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses dengan adanya seseorang yang dipersiapkan secara profesional untuk membantu orang lain dalam pemahaman diri pembuatan keputusan dan pemecahan masalah dari hati kehati antar manusia dan hasilnya tergantung pada kualitas hubungan.
Menurut Palmer dan McMahon (2000) yang dikutip oleh Mc leod (2004) konseling bukan hanya proses pembelajaran individu akan tetapi juga merupakan aktifitas sosial yang memiliki makna sosial. Orang sering kali menggunakan jasa konseling ketika berada di titik transisi, seperti dari anak menjadi orang dewasa, menikah ke perceraian, keinginan untuk berobat dan lain-lain. Konseling juga merupakan persetujuan kultural dalam artian cara untuk menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan institusi sosial.
Daftar Pustaka
1. McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/
James F. Adam
“Suatu pertalian timbal balik antara 2 orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain (conselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan denfgan masalah-masalah hidup yang dihadapinya waktu itu dan waktu yang akan datang”.
Pengertian Konseling
Secara Etimologi berasal dari bahasa Latin “consilium “artinya “dengan” atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau “memahami” . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti”menyerahkan” atau “menyampaikan”
Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut. (Berdnard & Fullmer ,1969)
Pengertian Konseling menurut ahli adalah:
Rumusan (Pepinsky & Pepinsky,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling adalah suatu proses interaksi antara dua orang individu,masing-masing disebut konselor dan klien.
2. Dilakukan dalam suasana yang profesionalBertujuan dan berfungsi sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien.
Rumusan (Smith,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan dengan meng interpreswtasikan fakta-fakta atau data,baik mengenai individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya,khususnya menyangkut pilihan-pilihan,dan rencana-rencana yang dibuat.
Rumusan (Division of Conseling Psychologi)
1. Konseling merupakan proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangan.
Rumusan (Mc. Daniel,1956)
1. Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien.
2. Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitanyang dihadapi.
3. Tujuan pemberian bantuan itu adalah agar klien dapat menyesuaiaknnya dirinya,baik dengan diri maupun dengan lingkungan.
Berdasarkan Rumusan diatas maka yang dimaksud dengan Konseling adalah:
“Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara Konseling oleh seorang ahli (disebut Konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien.
Pengertian Konseling
Menurut British Association of Counselling (1984) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak, dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.
Menurut Burk dan Stefflre (1979) yang dikutip Latipun (2001) konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor terlatih dengan klien, hubungan yang terbentuk biasanya bersifat individu ke individu, kadang juga melibatkan lebih dari satu orang suatu misal keluarga klien. Konseling didesain untuk menolong klien dalam memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap suatu masalah yang sedang mereka hadapi melalui pemecahan masalah dan pemahaman karakter dan perilaku klien.
Menurut Pietrofesa, Leonard dan Hoose (1978) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses dengan adanya seseorang yang dipersiapkan secara profesional untuk membantu orang lain dalam pemahaman diri pembuatan keputusan dan pemecahan masalah dari hati kehati antar manusia dan hasilnya tergantung pada kualitas hubungan.
Menurut Palmer dan McMahon (2000) yang dikutip oleh Mc leod (2004) konseling bukan hanya proses pembelajaran individu akan tetapi juga merupakan aktifitas sosial yang memiliki makna sosial. Orang sering kali menggunakan jasa konseling ketika berada di titik transisi, seperti dari anak menjadi orang dewasa, menikah ke perceraian, keinginan untuk berobat dan lain-lain. Konseling juga merupakan persetujuan kultural dalam artian cara untuk menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan institusi sosial.
Daftar Pustaka
1. McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/
Rabu, 04 November 2009
RESUME KONSEP DASAR PERILAKU SOSIAL (KONFORMITAS, AGRESI, DAN PROSOSIAL)
Nama : Anggi Rumayanti
NIM : 0906885
Mata Kuliah : Dasar-dasar Pemahaman Perilaku
Jurusan : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia
2009
RESUME KONSEP DASAR PERILAKU SOSIAL
(KONFORMITAS, AGRESI, DAN PROSOSIAL)
Konformitas
Konformitas adalah suatu bentuk sikap penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat/kelompok karena dia terdorong untuk mengikuti kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang sudah ada.
Jenis Konformitas
a. Compliance : konformitas yang benar-benar bertentangan dengan keinginan kita, dilakukan untuk mendapat hadiah atau menghindari hukuman.
b. Acceptance : Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan alasan untuk melakukan konformitas tersebut, tidak sepenuhnya kita ingkari.
Kapan manusia melakukan konformitas?
a. Ketika keputusan sudah dibuat atau pokok bahasan yang dibicarakan dirasa tidak kompeten
b. Konformitas tinggi pada saat tiga atau lebih orang dalam grup kohesif, unanimous mempunyai status sosial yang tinggi.
Alasan orang melakukan konformitas :
a. Keinginan seseorang untuk memenuhi harapan orang lain atau mengupayakan penerimaan/ penyesuaian diri ( normative influence)
b. Perilaku orang lain memberikan informasi yang bermanfaat ( informational influence)
Agresi
Dalam psikologi dan ilmu sosial lainnya, pengertian agresi merujuk pada perilaku yang dimaksudkan untuk membuat objeknya mengalami bahaya atau kesakitan. Agresi dapat dilakukan secara verbal atau fisik. Perilaku yang secara tidak sengaja menyebabkan bahaya atau sakit bukan merupakan agresi. Pengrusakan barang dan perilaku destruktif lainnya juga termasuk dalam definisi agresi. Agresi tidak sama dengan ketegasan.
Agresi bukanlah suatu bentuk perilaku yang tidak dapat dihindari atau tidak dapat diubah. Sebaliknya karena agresi berasal dari interaksi kompleks berbagai peristiwa eksternal, kognisi, dan karakteristik pribadi, hal itu dapat dicegah atau dikurangi. Berikut ini ada beberapa prosedur yang ketika digunakan secara tepat, dapat efektif dalam mengurangi frekuensi atau intensitas agresi manusia.
Prososial
Sikap prososial atau altruisme merupakan sikap keikhlasan untuk menolong atau membantu orang lain, yakni perilaku yang cenderung memberi kontribusi baik fisik maupun psikis yang memberikan kebaikan atau kesejahteraan kepada orang lain.
Dapat pula didefenisikan bahwa perilaku prososial adalah suatu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut dan mungkin bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong.
NIM : 0906885
Mata Kuliah : Dasar-dasar Pemahaman Perilaku
Jurusan : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia
2009
RESUME KONSEP DASAR PERILAKU SOSIAL
(KONFORMITAS, AGRESI, DAN PROSOSIAL)
Konformitas
Konformitas adalah suatu bentuk sikap penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat/kelompok karena dia terdorong untuk mengikuti kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang sudah ada.
Jenis Konformitas
a. Compliance : konformitas yang benar-benar bertentangan dengan keinginan kita, dilakukan untuk mendapat hadiah atau menghindari hukuman.
b. Acceptance : Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan alasan untuk melakukan konformitas tersebut, tidak sepenuhnya kita ingkari.
Kapan manusia melakukan konformitas?
a. Ketika keputusan sudah dibuat atau pokok bahasan yang dibicarakan dirasa tidak kompeten
b. Konformitas tinggi pada saat tiga atau lebih orang dalam grup kohesif, unanimous mempunyai status sosial yang tinggi.
Alasan orang melakukan konformitas :
a. Keinginan seseorang untuk memenuhi harapan orang lain atau mengupayakan penerimaan/ penyesuaian diri ( normative influence)
b. Perilaku orang lain memberikan informasi yang bermanfaat ( informational influence)
Agresi
Dalam psikologi dan ilmu sosial lainnya, pengertian agresi merujuk pada perilaku yang dimaksudkan untuk membuat objeknya mengalami bahaya atau kesakitan. Agresi dapat dilakukan secara verbal atau fisik. Perilaku yang secara tidak sengaja menyebabkan bahaya atau sakit bukan merupakan agresi. Pengrusakan barang dan perilaku destruktif lainnya juga termasuk dalam definisi agresi. Agresi tidak sama dengan ketegasan.
Agresi bukanlah suatu bentuk perilaku yang tidak dapat dihindari atau tidak dapat diubah. Sebaliknya karena agresi berasal dari interaksi kompleks berbagai peristiwa eksternal, kognisi, dan karakteristik pribadi, hal itu dapat dicegah atau dikurangi. Berikut ini ada beberapa prosedur yang ketika digunakan secara tepat, dapat efektif dalam mengurangi frekuensi atau intensitas agresi manusia.
Prososial
Sikap prososial atau altruisme merupakan sikap keikhlasan untuk menolong atau membantu orang lain, yakni perilaku yang cenderung memberi kontribusi baik fisik maupun psikis yang memberikan kebaikan atau kesejahteraan kepada orang lain.
Dapat pula didefenisikan bahwa perilaku prososial adalah suatu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut dan mungkin bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong.
RESUME MOTIF DAN MOTIVASI
Nama : Anggi Rumayanti
NIM : 0906885
Kelas : B
Mata Kuliah : Dasar-dasar Pemahaman Perilaku
Jurusan : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
RESUME MOTIF DAN MOTIVASI
Motif adalah keadaan kompleks dalam diri individu yang mengarahkan perilakunya pada satu tujuan atau insentif, atau faktor penggerak perilaku, atau konstruk teoritik tentang terjadinya perilaku. Motif dapat dikelompokkan menjadi motif primer (dorongan fisiologis, dorongan umum) dan sekunder. Woodwort dan Marquis mengelompokkan motif menjadi 3 yaitu motif organis, motif darurat, dan motif obyektif. Indikator motif terdiri dari durasi, frekuensi, persistensi, devosi, ketabahan, aspirasi, kualifikasi prestasi, dan sikap.
Ciri-ciri motif individu yaitu :
1. Motif adalah majemuk, dalam suatu perbuatan tidak hanya mempunyai satu tujuan tetapi beberapa tujuan yang berlangsung bersama-sama.
2. Motif dapat berubah-ubah, motif seringkali mengalami perubahan. Ini disebabkan karena keinginan manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan atau kepentingannya.
3. Motif berbeda-beda bagi individu, dua orang yang melakukan pekerjaan yang sama tetapi ternyata terdapat perbedaan motif.
4. Beberapa motif tidak didasari oleh individu, banykak tingkah-laku manusia yang tidak disadari oleh pelakunya. Sehingga beberapa dorongan (needs) yang muncul seringkali karena berhadapan dengan situasi yang kurang menguntungkan lalu ditekan di bawah sadarnya. Dengan demikian seringkali kalau ada dorongan dari dalam yang kuat sekali menjadikan individu yang bersangkutan tidak bisa memahami motifnya sendiri.
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi. Upaya untuk meningkatkan motivasi di antaranya menciptakan situasi kompetisi yang sehat, membuat tujuan antara, menginformasikan tujuan dengan jelas, memberikan ganjaran, dan tersedianya kesempatan untuk sukses.
Motivasi merupakan suatu kekuatan, namun tidaklah merupakan suatu substansi yang dapat kita amati. Yang dapat kita lakukan adalah mengidentifikasi beberapa indikatornya dalam term-term tertentu, antara lain :
1. Durasinya kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaan waktunya untuk melakukan kegiatan).
2. Frekuensinya kegiatan (berapa sering kegiatan dilakukan dalam periode-periode waktu tertentu).
3. Presistensinya (ketetapan dan kelekatannya) pada tujuan kegiatan.
4. Ketabahan, keuletan, dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan dalam menghadapi tujuan.
5. Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, pikiran, bahkan jiwanya atau nyawanya) untuk mencapai tujuan.
6. Tingkat aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita, atau target, dan idolanya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
7. Tingkat kualifikasi prestasi (produk atau output) yang dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai / tidak, memuaskan/tidak)
8. Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (like or dislike, poitive or negative)
NIM : 0906885
Kelas : B
Mata Kuliah : Dasar-dasar Pemahaman Perilaku
Jurusan : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
RESUME MOTIF DAN MOTIVASI
Motif adalah keadaan kompleks dalam diri individu yang mengarahkan perilakunya pada satu tujuan atau insentif, atau faktor penggerak perilaku, atau konstruk teoritik tentang terjadinya perilaku. Motif dapat dikelompokkan menjadi motif primer (dorongan fisiologis, dorongan umum) dan sekunder. Woodwort dan Marquis mengelompokkan motif menjadi 3 yaitu motif organis, motif darurat, dan motif obyektif. Indikator motif terdiri dari durasi, frekuensi, persistensi, devosi, ketabahan, aspirasi, kualifikasi prestasi, dan sikap.
Ciri-ciri motif individu yaitu :
1. Motif adalah majemuk, dalam suatu perbuatan tidak hanya mempunyai satu tujuan tetapi beberapa tujuan yang berlangsung bersama-sama.
2. Motif dapat berubah-ubah, motif seringkali mengalami perubahan. Ini disebabkan karena keinginan manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan atau kepentingannya.
3. Motif berbeda-beda bagi individu, dua orang yang melakukan pekerjaan yang sama tetapi ternyata terdapat perbedaan motif.
4. Beberapa motif tidak didasari oleh individu, banykak tingkah-laku manusia yang tidak disadari oleh pelakunya. Sehingga beberapa dorongan (needs) yang muncul seringkali karena berhadapan dengan situasi yang kurang menguntungkan lalu ditekan di bawah sadarnya. Dengan demikian seringkali kalau ada dorongan dari dalam yang kuat sekali menjadikan individu yang bersangkutan tidak bisa memahami motifnya sendiri.
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi. Upaya untuk meningkatkan motivasi di antaranya menciptakan situasi kompetisi yang sehat, membuat tujuan antara, menginformasikan tujuan dengan jelas, memberikan ganjaran, dan tersedianya kesempatan untuk sukses.
Motivasi merupakan suatu kekuatan, namun tidaklah merupakan suatu substansi yang dapat kita amati. Yang dapat kita lakukan adalah mengidentifikasi beberapa indikatornya dalam term-term tertentu, antara lain :
1. Durasinya kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaan waktunya untuk melakukan kegiatan).
2. Frekuensinya kegiatan (berapa sering kegiatan dilakukan dalam periode-periode waktu tertentu).
3. Presistensinya (ketetapan dan kelekatannya) pada tujuan kegiatan.
4. Ketabahan, keuletan, dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan dalam menghadapi tujuan.
5. Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, pikiran, bahkan jiwanya atau nyawanya) untuk mencapai tujuan.
6. Tingkat aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita, atau target, dan idolanya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
7. Tingkat kualifikasi prestasi (produk atau output) yang dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai / tidak, memuaskan/tidak)
8. Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (like or dislike, poitive or negative)
Senin, 18 Mei 2009
Saat kita harus mengalah..
YUhu,aku yakin semua orang ga pernah mau ngalah...
tapi ga ada salahnya ya kalo kita skali2 ngalah??
tentu aza mengalah itu bukan berarti kalah..
tapi mengalah itu adalah mengikhlaskan sesuatu ato seseorang yg sgt kita syangi u/ nemuin khidupannya yg mungkin jauh lebih bahagia...
huhu, hal ini of course udah pernah aku alamin..
makanya aku berani ngomong kaya gini...
saat orang yg kita sayang harus kita lepas bgitu aja!! itu hal yg menyakitkan kawan..
tapi apalah daya! yg penting,aku slalu percaya bahwa TUHAN maha Adil, dia pasti akan memberikan hal lain yg jauh lebih baik n berarti skALIgus mempunyai makna tersendiri yg kekal n abadi..buat kita...(apa sih?hehe)
n gw yakin...semua akan INDAH JIKA PADA WAKTUNYA...
YG PENTING LAGI,SAAT INI KUINGINKAN TUK MERAIH MASA DEPAN..BAHAGIA PASTI KAN KU JELANG...
Okay, slamat tinggal sayang...
aku tahu, saat ini aku belum waktunya ada di benak n hatimu...
JAGA DIRIMU BAE2...
GOD BLEZ US...
tapi ga ada salahnya ya kalo kita skali2 ngalah??
tentu aza mengalah itu bukan berarti kalah..
tapi mengalah itu adalah mengikhlaskan sesuatu ato seseorang yg sgt kita syangi u/ nemuin khidupannya yg mungkin jauh lebih bahagia...
huhu, hal ini of course udah pernah aku alamin..
makanya aku berani ngomong kaya gini...
saat orang yg kita sayang harus kita lepas bgitu aja!! itu hal yg menyakitkan kawan..
tapi apalah daya! yg penting,aku slalu percaya bahwa TUHAN maha Adil, dia pasti akan memberikan hal lain yg jauh lebih baik n berarti skALIgus mempunyai makna tersendiri yg kekal n abadi..buat kita...(apa sih?hehe)
n gw yakin...semua akan INDAH JIKA PADA WAKTUNYA...
YG PENTING LAGI,SAAT INI KUINGINKAN TUK MERAIH MASA DEPAN..BAHAGIA PASTI KAN KU JELANG...
Okay, slamat tinggal sayang...
aku tahu, saat ini aku belum waktunya ada di benak n hatimu...
JAGA DIRIMU BAE2...
GOD BLEZ US...
Jumat, 08 Mei 2009
rencana ngeband Part 1...
rencana....
huff,bentar lagi perpisahan skul...
plan'y aku n tmen2 mau bikin grup band...
okay,kita absen siapa aza yg jadi personil
1. Aku (insyaallah jadi keyboardis)
2.Gincu alias Gina(bassis)
3.Aaf alias Afnan(gitaris
4.Uwa alias Ratna(Drummer)
5.Vokalis(masih tanda tanya???)
Nah,kita rencananya mau bawain lagu No Body's Home by Avril Lavigne...
coz ntu lagu merupakan lagu pershabatan kita..sejak Sma kelas 1 pe saat ini,ntu lagu tetep ngiringin kita.Banyak bgt suka dan duka yg kita lalui...
Band ini didukung oleh sobat2 kita yg laen yaitu
1. Uzi alias Fuzi
2.Ita yg hangat disapa Itok
3.Vini (Luna Maya atau si Hayam beuger)
untuk lagu ke 2 n 3 rencananya mau lagi dari Vierra (DEngarkan Curhatku), ato KOtak(Masih Cinta)
yeha,,doakan saja moga dapat berjalan dgn lancar..
Amiin....
huff,bentar lagi perpisahan skul...
plan'y aku n tmen2 mau bikin grup band...
okay,kita absen siapa aza yg jadi personil
1. Aku (insyaallah jadi keyboardis)
2.Gincu alias Gina(bassis)
3.Aaf alias Afnan(gitaris
4.Uwa alias Ratna(Drummer)
5.Vokalis(masih tanda tanya???)
Nah,kita rencananya mau bawain lagu No Body's Home by Avril Lavigne...
coz ntu lagu merupakan lagu pershabatan kita..sejak Sma kelas 1 pe saat ini,ntu lagu tetep ngiringin kita.Banyak bgt suka dan duka yg kita lalui...
Band ini didukung oleh sobat2 kita yg laen yaitu
1. Uzi alias Fuzi
2.Ita yg hangat disapa Itok
3.Vini (Luna Maya atau si Hayam beuger)
untuk lagu ke 2 n 3 rencananya mau lagi dari Vierra (DEngarkan Curhatku), ato KOtak(Masih Cinta)
yeha,,doakan saja moga dapat berjalan dgn lancar..
Amiin....
Langganan:
Postingan (Atom)